BACA KOMIK DALAM BAHASA INDONESIA TERBARU !

Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Pertanian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2011

Ilmu Ekonomi

-Ruang Lingkup dan Pengertian Ilmu Ekonomi
Definisi Ilmu ekonomi
Menurut Profesor P.A Samuelson, salalah seorang ahli ekonomiyang terkemuka didunia yang menerima hadiah Nobel untuk ilmu ekonomi pada tahun 1970 memberikan definisi sebagai berikut:
Ilmu ekonomi asalah suatu studi mengenai individu-individu dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas - tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumsi, sekarang dan dimasa dating, kepada berbagai individu dan golongan masyarakat.
Ruang lingkup ilmu ekonomi meliputi makro dan mikroekonomi. Dan sumberdaya baik alam maupun buatan yang jumlahnya terbatas dan kebutuhan yg tidak ada batasnya.


-Jenis-jenis analisis ekonomi
1.Ekonomi Deskriptif
Bidang ilmu ekonomi ini adalah analisis ekonomi yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dalam perekonomian.
2.Teori Ekonomi
Termasuk didalamnya mikroekonomi dan makroekonomi, Teori ekonomi adalah pandangan-pandangan yang menggambarkan sifat hubungan yang wujud dalam kegiatan ekonomi, dan ramalan tentang peristiwa yang terjadi apabila suatu keadaan yang mempengaruhinya mengalami perubahan, teori ekonomi jugamemberikan gambaran tentang sifat-sifat utama dari system ekonomi dan bagaimana system ekonomi berfungsi mengenai kegiatan ekonomi dan sifat-sifat hubungan ekonomi.
3.Ekonomi Terapan (applied economy)
Ini juga lazim disebut sebagai teori kebijakan ekonomi, yaitu yang menelaah tentang kebijakan yang perlu dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi.

- Sifat-sifat Teori Ekonomi
Ada 4 unsur teori ekonomi
1.Variabel
Perubahan suatu factor mempengaruhi factor lainnya, hal-hal yang berkaitan satu dengan yang lain disebut Variabel.
Variabel adalah suatu besaran yang nilainya dapat mengalami perubahan dalam suatu kondisi. Variabel adalah unsur penting dalam setiap teori.
Seperti pada hukum permintaan yang mengatakan: jika harga naik, maka permintaan terhadap barang itu turun. Dengan jelas dapat dilihat ia mempunyai dua variable, yaitu: harga dan jumlah barang yang diminta. Hokum permintaan menjelaskan hubungan antara harga dan permintaan.
2.Asumsi
Teori dibangun melalui asumsi, tanpa asumsi sangat sulit untuk menjelaskan sifat-sifat hubungan di antara berbagai variable, karena kegiatan ekonomi dan kehgidupan perekonomian sangat komples sifatnya. Teori harus membuat penyederhanaan ke atas kejadian yang sebenarnya terjadi di masyarakat, penyederhanaan dilakukan dengan membuat pemisalan, pemisalan itu dikenal sebagai cateris paribus, yang artinya hal lain yang tidak mengalami perubahan.
3.Hipotesis
Hipotesis adalah suatu pernyataan mengenai bagaimana variabel-variabel yang dibicarakan berkaitan satu sama lain. Sifat hubungan digolongkan menjadi dua. Pertama, hubungan langsung, yaitu keadaan dimana perubahan nilai-nilai variable yang dibicarakan bergerak kea rah yang bersamaan. Contohnya bila pendapatan bertambah, maka konsumsi juga bertambah. Hubungan kedua dinamakan hubungan terbalik, yaitu apabila nilai-nilai variable yang dibicarakan berubah kea rah yang bertentangan. Missal, harga naik, permintaan turun.
4.Ramalan
Menerangkan bagaimana berfungsinya suatu perekonomian, dapat pula meramalkan keadaan yang akan berlaku, peramalan dapat digunakan sebagai landasan dalam merumuskan langkah-langkah untuk memperbaiki keadaan dalam perekonomian.

Sejarah Ilmu ekonomi


a.       Teori ekonomi klasik
Awal perkembangan ilmu ekonomi diketahui dimulai pada saat Adam Smith (1723-1790) menerbitkan buku yang berjudul An Inquiri into the Nature and Cause of the Wealth of Nations, yang dikenal sebagai Wealth of Nations (1776).
Didalam buku itu Smith membuahkan pemikiran baru tentang analisis ilmu ekonomi dengan melepaskan dari ikatan teori moral dan teologis. Karena untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi diperlukan dasar-dasar ilmiah.
Adam Smith menyatakan, seperti alam semesta yang berjalan serba teratur, sitem ekonomi pun akan mampu memulihkan dirinya sendiri (self adjustment), karena ada pengatusr berupa tangan tak terlihat (invisible hand). Adam Smith sangat percaya bahwa mekanisme pasar akan menjadi alat alokasi sumber daya yang efisien, jika pemerintah tidak campur tangan dalam perekonomian.
Kepercayaan terhadap mekanisme pasar semakin menguat ketika seorang ekonom prancis, Jean Babtiste Say (1767-1832)melontarkan pendapat yang dikenal sebagai hukum say (say’s law), “…supply creates it’s own demand…” madsudnya adalah barang dan jasa yang diproduksi pasti terserap oleh permintaansampai tercapainya keseimbangan pasar. Oleh seorang ekonom inggris bernama John Maynard Keynes(1883-1946) para ekonom yang percaya terhadap keampuhan mekanisme pasar dikelompokkan dalam ekonom Klasik (classical economists) teori ekonominya disebut Classical Economiscs Theory.
b.      Revolusi Keynes
Depresi besar (Great Depression 1929-1933) membuyarkan keyakinan terhadap hipotesis ekonomi klasik. Oleh sebab itu John Maynard Keynes, melontarkan pendapat untuk memperbaiki keadaan melalui bukunya The General Theory of Employment, Interest, and Money (1936) yang lebih dikenal sebagai The General Theory.
Keynes menyampaikan 2 hal pokok, pertama adalah kritik ilmiah terhadap kebenaran hipotesis klasik. Menurutnya, kelemahan teory klasik adalah lemahnya asumsi tentang pasar yang dianggap terlalu ideealis (utopian) dan terlalu ditekankannya masalah ekonomi pada sisi penawaran. Yang kedua, berupa usulan pemulihan dengfan memasukan peranan pemerintah dalam perekonomian dalam rangka menstimulir sisi permintaan. Masa ini disebut juga neo classic.