BACA KOMIK DALAM BAHASA INDONESIA TERBARU !

Selasa, 28 Februari 2012

Penelitian Terhadap Kebenaran Pemanasan Global


                                                          Bab I
                                                              Pendahuluan

A. Latar Belakang

            Semenjak manusia pada jaman purbakala sampai dengan jaman sekarang, manusia telah mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya yang telah kita kenal dengan berbagai jaman seperti jaman meolitikum, neolitikum. Peradaban manusia telah mengalami kemajuan sampai sekarang. Selama perkembangan itu, manusia menjalani kehidupan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Dengan orientasi kehidupan tersebut, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia pula.
Dan pada saatnya, perkembangan manusia telah mengalami jaman revolusi industri yang menggantungkan kehidupan manusia pada bidang perindustrian. Dengan orientasi hidup tersebut, dunia agrikultur pun mengalami kemunduran perlahan-lahan. Nilai-nilai kehidupan manusia pun mengalami perubahan, terutama dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan dampak baik positif maupun negatif.
            Salah satu dampak revolusi industri yang telah terjadi dan masih terus berlanjut pada masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia adalah dampaknya bagi lingkungan yang ada di sekitar manusia itu sendiri. Ekspansi usaha yang dilakukan oleh para pelaku industri seperti pembangunan pabrik-pabrik dan pembuatan produksi dengan kapasitas besar dengan mengesampingkan perhatian terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan namun pasti telah mengakibatkan kelalaian yang pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia serta manusia dan kehidupannya.
Para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak yang terbesar bagi lingkungan dan dunia secara global akibat usaha perindustrian yang dilakukan dan telah berkembang pesat ini. Dampak negatif ini adalah terjadinya pemanasan di dunia dan sering disebut sebagai Global Warming. Namun, masalah Global Warming sebagai masalah lingkungan ini masih diperdebatkan kebenarannya oleh beberapa pihak yang menganggap                  Global Warming adalah alasan yang diciptakan untuk membatasi laju perkembangan perindustrian. Walaupun masih terdapat perdebatan mengenai kebenaran keadaan Global Warming di antara para ahli lingkungan tersebut, namun masalah Global Warming ini tidaklah dapat dipungkiri untuk diteliti dan ditelaah lebih lanjut demi kelangsungan kehidupan manusia. Untuk itu, Karya Tulis yang dibuat ini akan memperlihatkan dan menjelaskan kebenaran mengenai masalah pemanasan Global ini dengan berdasarkan studi literature dari berbagai sumber yang terpercaya dan kompeten. Pembahasan dan penjelasan yang dilakukan pun akan ditinjau dari sudut pandang pihak yang pro dan pihak yang kontra. Dalam Karya Tulis ini pun akan menyajikan fakta-fakta yang memperkuat keberadaan masalah pemanasan Global ini.

B. Identifikasi Masalah

            Timbulnya masalah pemanasan Global yang merupakan masalah lingkungan ini, telah menimbulkan berbagai macam pertanyaan dalam hubungannya dengan sebab, keberadaan dan efek atau dampak yang diakibatkan dari pemanasan Global tersebut. Pertanyaan-pertanyaan seputar masalah pemanasan Global ini dapat diuraikan seperti dalam beberapa point berikut:
1. Apakah pemanasan Global selalu memberi dampak buruk?
2. Apakah pemanasan Global akan meningkatkan frekuensi terjadinya badai?
3. Apakah penyebab terbesar dari terjadinya Global Warming adalah emisi manusia dari     “efek rumah kaca” (“green house effect”)?
4. Apakah pemanasan Global akan menyebabkan peningkatan terjadinya banjir, kekeringan,     pertumbuhan hama secara cepat dan peristiwa alam atau cuaca yang ekstrim?
5. Apakah emisi karbon dioksida yang berasal dari pembakaran fosil merupakan penyebab     terbesar dari perubahan cuaca?
6. Apakah ada keuntungan potensial yang dapat diakibatkan dari peningkatan temperatur?

            Pemanasan Global ini mengakibatkan berbagai dampak baik positif maupun negatif. Tanpa adanya pemanasan Global, tidak akan ada kehidupan di dunia, karena suhu di bumi yang rendah dan manusia tidak akan bisa hidup dalam kondisi suhu yang rendah. Pemanasan Global telah meningkatkan suhu bumi  Fahrenheit. Namun, pemanasan
°sampai suhu rata-ratanya mencapai 60 Global menjadi permasalahan dan yang masih menjadi perdebatan ketika konsentrasi gas efek rumah kaca dalam atmosfir mengalami peningkatan. Akankah kondisi peningkatan konsentrasi gas ini menjadi permasalahan yang harus mendapat perhatian lebih?

C. Perumusan Masalah

            Dimulai dari jaman revolusi industri, konsentrasi gas karbon dioksida di atmosfer telah meningkat hampir sebesar 30 %, konsentrasi gas metan meningkat hampir dua kali lipat, dan konsentrasi NO2 berkurang sekitar 15 %. Peningkatan gas-gas ini menyebabkan kemampuan atmosfer untuk menahan panas menjadi lebih besar. Sulfat aerosol, yaitu polutan udara yang umum ditemui, mendinginkan atmosfer dengan merefleksikan kembali radiasi cahaya dari matahari ke luar angkasa. Tetapi senyawa sulfat ini mempunyai siklus umur yang pendek di atmosfer.
            Mengapa konsentrasi gas efek rumah kaca dapat meningkat? Para ilmuwan berasumsi bahwa pembakaran dari bahan bakar fosil dan beberapa aktifitas manusia yang memicu dan menjadi penyebab utama meningkatnya konsentrasi karbon dioksida di atmosfer. Respirasi dari tanaman dan proses dekomposisi bahan organic melepaskan karbon diokasida sepuluh kali lebih banyak dari yang mampu dihasilkan oleh aktifitas manusia, tetapi selama berabad-abad pelepasan karbon diokasida ini diimbangi dengan penyerapan karbon dioksida oleh vegetasi terestial dan laut.
            Yang menyebabkan keseimbangan ini terganggu adalah adanya pelepasan tambahan yang disebabkan oleh aktifitas manusia. Bahan bakar fosil dibakar sebagai sumber energi untuk menggerakan hampir seluruh peralatan manusia. Meningkatnya kegiatan agricultural, penggundulan hutan, dibukanya area kosong sebagai tempat pembuangan, produksi industri, dan pertambangan juga meningkatkan emisi dengan bagian yang cukup signifikan.
Untuk meramalkan tingkat emisi yang akan terjadi di masa depan merupakan suatu tugas yang sulit, karena hal itu bergantung kepada keadaan demografi, ekonomi, teknolofi, peraturan dan perkembangan institusi. Beberapa peramalan telah dilakukan, dan hasilnya memproyeksikan bahwa pada tahun 2100, konsentrasi karbon dioksida akan meningkat sebesar 30% hingga 150% dari jumlah sekarang.



D. Tujuan Penelitian

            Tujuan secara umum dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh manakah pemanasan Global ini telah terjadi? dan penyebab pastinya apa? Semua ini masih merupakan tanda Tanya bagi manusia. Karena sampai sekarang manusia belum mendapatkan penyebab pasti dari pemanasan Global ini dan manusia juga mau mencari kebenaran mengenai efek dari pemanasan Global yang akan dialami oleh manusia sendiri, makhluk hidup maupun lingkungan di sekitarnya. Jika pemanasan Global ini terjadi maka efek yang ditimbulkan bukan hanya di alami oleh manusia saja tetapi juga semua makhluk hidup di sekitarnya, seperti meningkatnya suhu di permukaan bumi menyebabkan kekeringan, dengan demikian akibat dari kekeringan ini selain dialami manusia juga oleh hewan dan tumbuhan dimana tumbuhan akan menjadi layu karena kekurangan air atau dan sebagainya. Oleh karena itu melalui penelitian ini diharapkan agar manusia dapat lebih mencegah aktivitas yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan Global seperti mengadakan kegiatan rumah kaca, pembakaran zat-zat yang dapat menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat, dan lain-lain.

E. Manfaat Penelitian
      
                   Adapun manfaat-manfaat yang dapat kita peroleh dari penelitian pemanasan Global ini adalah :
• Untuk mengetahui secara jelas apakah itu pemanasan Global ?
• Untuk mengetahui penyebab terjadinya pemanasan Global
• Untuk mengetahui dampak secara umum yang akan dialami oleh manusia sendiri maupun    makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.
• Untuk mengetahui efek yang akan dialami apabila terjadi perubahan iklim akibat dari       pemanasan Global
• Untuk dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk dapat mencegah    lebih lanjut pemanasan Global tersebut.


                                                                        Bab II
                                                                Kerangka Teori

A. Pengertian
           
Sebagai permulaan Karya Tulis ini dan untuk memudahkan pengertian dan persamaan persepsi dalam identifikasi teori dan pembahasan selanjutnya. Berikut akan diuraikan mengenai pengertian berbagai terminology yang digunakan.
1. Pengertian Global Warming atau Pemanasan Global
    Global Warming secara harfiah diterjemahkan sebagai pemanasan Global. Terjadinya     pemanasan Global di bumi dimulai dari kenyataan bahwa energi panas yang dipancarkan     berasal dari matahari yang masuk ke bumi menciptakan cuaca dan iklim serta panas pada     permukaan bumi secara Global.
2. Pengertian Green House Effect atau Efek Rumah Kaca
    Kondisi yang menyerupai akibat yang ditimbulkan dalam rumah kaca terjadi pula dalam     bumi ini, yaitu terperangkapnya energi dalam permukaan bumi oleh konsentrasi gas-gas     dalam lapisan atmosfir. Pada kenyataannya, pemanasan Global merupakan peningkatan     suhu bumi secara bertahap sebagai akibat dari peningkatan konsentrasi gas efek rumah     kaca dalam lapisan luar atmosfir. Dan ketika bumi meradiasikan kembali energi yang     diterimanya ke luar angkasa, sebagian dari energi matahari yang masuk ke bumi,     terperangkap dalam permukaan bumi akibat terhalang oleh gas-gas dalam atmosfir seperti     uap air dan karbon dioksida.
3. Pengertian Perubahan Cuaca
Peningkatan konsentrasi gas pada lapisan atmosfir telah mempercepat perubahan rata-rata cuaca. Sejak abad 19 yang lalu sampai dengan abad 20, F. Dan
°temperatur permukaan bumi telah mengalami peningkatan 0.5 – 1.0  perkiraan peningkatan suhu permukaan bumi rata-rata menurut para ahli C dalam 50 tahun mendatang°F atau 0.6-2.5 °akan mencapai 1-4.5  tergantung pada wilayah di bumi.Pembuktiannya terlihat dalam perubahan kondisi nyata yang terjadi dengan mancairnya salju pada Northern Hampshire dan menurunnya es apung pada Samudra Arktik.
Secara Global, permukaan laut telah mengalami kenaikan lebih dari 4-8 inchi pada abad lalu. Penguapan yang terjadi pada dunia telah meningkat sekitar 1% dan frekuensi terjadinya hujan pun telah meningkat.
Gas-gas ditimbulkan dari berbagai macam kegiatan manusia, seperti kegiatan dalam perindustrian dan pembakaran, akan terkonsentrasi dalam atmosfir dan akan menyebabkan terperangkapnya energi matahari yang masuk ke dalam bumi. Energi yang tidak teradiasi ini sama kondisi dengan yang terjadi pada rumah kaca, sehingga energi tersebut akan tetap tersimpan dalam permukaan bumi dan menyebabkan pemanasan Global pada permukaan bumi.

B. Penelitian yang Relevan
           
Untuk menyusun Karya Tulis ini, penulis mengambil referensi dari penelitian yang telah dilakukan oleh berbagai pihak yang memang memiliki keahlian yang relevan, terutama dalam topik ini adalah para pemerhati dan peneliti lingkungan. Berbagai penelitian telah dilakukan secara internasional, karena memang masalah ini menyangkut manusia secara keseluruhan, jadi tidak terbatas oleh negara dan ras.
Sebagai pemicu untuk memulai penelitian, ada beberapa pertanyaan yang harus dicari jawabannya dalam penelitian yang akan dilakukan. Berikut ini adalah pertanyaan kunci yang melandasi penelitian tersebut:
• Apa itu pemanasan Global?
• Apa bukti-bukti yang menyatakan bahwa pemanasan Global benar-benar terjadi? Dan   seberapa besar tingkat kepercayaan dan keakuratan dari bukti-bukti tersebut?
• Apa efek-efek yang dibawa oleh pemanasan Global?
• Apa bukti-bukti yang menyatakan bahwa pemanasan Global kemungkinan disebabkan oleh   gas-gas efek rumah kaca?
• Apa yang dapat dan harus dilakukan berkenaan dengan pemanasan Global, apabila hal ini   memang terjadi dan disebabkan oleh polutan-polutan di uadara dan emisi?
• Dan apabila pemanasan Global tidak terjadi, apakah ada alasan lain untuk mengendalikan   emisi polutan yang terjadi pada atmosfer bumi?

            Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti di seluruh dunia akan dijelaskan di bawah ini:
1. Pada tanggal 26/04/2002, Para ilmuwan menyatakan temperatur Global selama 3 bulan     pertama di tahun 2002 telah mengalami peningkatan, dan lebih tinggi dari temperatur yang     pernah dicapai buni dalam 1000 tahun terakhir. Penelitian ini dimotori oleh Dr. Geoff     Jenkins, direktur UK government’s Hadley Centre yang khusus meneliti dan     memprediksikan perubahan iklim dunia.
2. Pada tanggal 24/12/1999, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, James Baker,     sekretaris dari U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration, bersamaa dengan     Peter Ewins, ketua dari British Meteorological Office, memperingatkan bahwa iklim dunia     berubah dengan cepat, dan manusia harus segera menindaki perubahan ini dengan     mencoba untuk mengurangi emisi karbon dioksida ke udara.
3. Pada tanggal 01/03/1999, American Geophysical Union, suatu badan keilmuan     internasional yang membawahi sekitar tiga puluh lima ribu ilmuwan yang mengkhususkan     diri pada penelitian tentang Bumi dan planet-planet mengeluarkan pernyatan yang berani     mengenai perubahan iklim dan hubungannya dengan gas-gas efek rumah kaca. Pernyataan     ini dikeluarkan setelah mengadakan serangkaian penelitian mengenai pemanasan Global.
4. Pada tanggal 17/01/2002, didapatkan data dari statelit dari hasil penelitian yang dilakukan oleh NASA di Langley Research Centre, yang membantah pernyataan Richard Lindzen, seorang skeptis, yang menyatakan bahwa pengurangan jumlah awan di daerah tropis akan menyebabkan pendinginan terhadap bumi dan mengatasi pemanasan Global yang mungkin terjadi. Hasil penelitian NASA menunjukkan bahwa awan-awan ini akan memperkuat efek rumah kaca, dan memicu terjadinya pemanasan Global.
5. Pada tanggal 18/12/2001, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Organisasi Meteorologi Dunia memperingatkan bahwa temperatur Global mengalami peningkatan tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan waktu-waktu lalu.


D. Hipotesis

• Pemanasan Global memang benar-benar ada.
• Pemanasan Global telah lama terjadi.
• Pemanasan Global terjadi karena gas-gas yang dihasilkan seperti Co2,No2, dan lain-lain.
• Adanya gas-gas seperti Co2 dan No2 menyebabkan radiasi sinar matahari yang sampai ke   bumi terperangkap karena efek rumah kaca.
• Adanya pemanasan Global menyebabkan suhu di permukaan bumi semakin lama semakin   meningkat.
• Dari penelitian yang telah dilakukan sejumlah ilmuwan, pemanasan Global membawa   dampak negatif bagi bumi.

Teknik menjadi pemimpin


  Menjadi ketua atau pemimpin menjadi sangat istimewa karena kehidupan ini memiliki 2 pilihan, yaitu dipimpin atau memimpin. Kesempatan untuk menggali segala aspek potensi diri amat sangat terbuka ketika dihadapkaqn pada kesempatan untuk bisa ”Memimpin”. Saran saya, hilangkan banyak keraguan yang sering menghambat proses pertumbuhan manusia, hadapi segala tantangan di depan insya Allah dengan optimisme seorang anak manusia yang sejak lahir memang selalu berada di posisi belum pernah memiliki pengalaman terhadap tantangan hidup yang akan dijalananinya, jadi ini adalah hal wajar yang akan menjadi bagian dinamika kehidupan yang sensasional.
  Saran lainnya, awali segala sesuatunya dengan mencari ridho Allah, selanjutnya kita diminta untuk mandiri mencari alternatif solusi bagi segala tantangan yang akan kita hadapi.
Belajarlah menjalani proses empati dalam pergaulan, bayak mendengar & lebih suka memberi dari pada menuntut.
Tidak banyak mengeluh, terus berbuat secara optimal, jadika kesempatan ini bagian dari pengalaman kehidupa yang akan membawa kehidupan kita sampai di puncak sukses (”See you The Top!”)

  Saya berdoa semoga semakin banyak generasi muda Indonesia memiliki semangat tampil untuk berkontribusi terbaik untuk bangsanya.
Selamat berkarya, terus mendaki proses kehidupan ini, jadikan 2 pilihan motto berikut ini menjadi sumber inspirasinya: ”Hidup Mulia atau Mati di Jalan Allah SWT”, Allahu Akbar!!

  Selamat berusaha, terus bergerak serta senantiasa bertawakkal dan berharap hanya kepada Allah SWT, agar dapat segera diberikan solusi kehidupan yang berkah. Semoga sukses.
  Menjadi ketua atau pemimpin menjadi sangat istimewa karena kehidupan ini memiliki 2 pilihan, yaitu dipimpin atau memimpin. Kesempatan untuk menggali segala aspek potensi diri amat sangat terbuka ketika dihadapkaqn pada kesempatan untuk bisa ”Memimpin”. Saran saya, hilangkan banyak keraguan yang sering menghambat proses pertumbuhan manusia, hadapi segala tantangan di depan insya Allah dengan optimisme seorang anak manusia yang sejak lahir memang selalu berada di posisi belum pernah memiliki pengalaman terhadap tantangan hidup yang akan dijalananinya, jadi ini adalah hal wajar yang akan menjadi bagian dinamika kehidupan yang sensasional.
  Saran lainnya, awali segala sesuatunya dengan mencari ridho Allah, selanjutnya kita diminta untuk mandiri mencari alternatif solusi bagi segala tantangan yang akan kita hadapi.
   Belajarlah menjalani proses empati dalam pergaulan, bayak mendengar & lebih suka memberi dari pada menuntut.
   Tidak banyak mengeluh, terus berbuat secara optimal, jadika kesempatan ini bagian dari pengalaman kehidupa yang akan membawa kehidupan kita sampai di puncak sukses (”See you The Top!”)

  Saya berdoa semoga semakin banyak generasi muda Indonesia memiliki semangat tampil untuk berkontribusi terbaik untuk bangsanya.
Selamat berkarya, terus mendaki proses kehidupan ini, jadikan 2 pilihan motto berikut ini menjadi sumber inspirasinya: ”Hidup Mulia atau Mati di Jalan Allah SWT”, Allahu Akbar!!

  Selamat berusaha, terus bergerak serta senantiasa bertawakkal dan berharap hanya kepada Allah SWT, agar dapat segera diberikan solusi kehidupan yang berkah. Semoga sukses.


Apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin?
1.Berpikirlah tentang visi masa depan. Visi yang terus dibayangkan akan menuntun langkah sehingga kita tidak kehilangan arah.
2.Luangkanlah waktu untuk merenung dan berpikir.
3.Seorang pemimpin harus menetapkan target yang akan dicapai pada awal kepemimpinannya.
4.Pemimpin harus terus melakukan perbaikan, baik terhadap diri maupun organisasinya.
5.Pemimpin memerlukan kritik dan masukan dari orang lain.
6.Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa mensinergikan potensi bawahannya sehingga melahirkan sebuah tim yang solid.


Sifat Pemimpin.
1.Percaya diri.
2.Pemimpin adalah orang yang bijaksana, mampu mengendalikan diri, dan memiliki kepribadian yang matang.
3.Seorang pemimpin harus memiliki kesabaran.
4.Pemimpin adalah orang yang ramah.
5.Seorang pemimpin memiliki kemampuan untuk menyampaikan maksud dan visinya dengan jelas.
6.Seorang pemimpin harus memiliki ketegasan dalam bertindak dan memiliki tekad yang kuat untuk meraih cita-citanya.
7.Seorang pemimpin adalah orang yang memiliki daya imajinasi tinggi.
8.Seorang pemimpin mencintai setiap orang, terutama bawahannya.
9.Seorang pemimpin memiliki kepekaan.
10.Seorang pemimpin adalah orang yang banyak berinisiatif daripada bereaksi terhadap kejadian.
11.Selalu mencocokkan kata-kata dengan perbuatannya.
12.Memimpin dengan memberikan suri tauladan.
13.Pemimpin memiliki empati.
14.Pemimpin memiliki keputusan yang mantap.
15.Seorang pemimpin memiliki selera humor.
16.Memiliki rasa keadilan dan kejujuran.


Syarat Jadi Pemimpin.
1.Seorang pemimpin harus dapat mencintai orang lain.
2.Seorang pemimpin harus mampu memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain.
3.Terpercaya adalah sifat wajib seorang pemimpin.
4.Seorang pemimpin yang memiliki kecakapan manajemen akan lebih mudah dalam menjalankan organisasinya.
5.Seorang pemimpin harus memiliki keahlian yang memadai di salah satu bidang.
6.Pemimpin harus pandai berhubungan dengan bawahan.
7.Seorang pemimpin harus ahli dalam berhubungan dengan sesame.
8.Seorang pemimpin harus yakin dengan prinsipnya, memiliki misi, dan target yang jelas.
9.Seorang pemimpin mampu berkomunikasi dengan baik dan efektif.
10.Seorang pemimpin memiliki kemampuan memotivasi dirinya sendiri.
11.Pemimpin yang berani berbuat melebihi tanggung jawab.


Tips Praktis dalam Memimpin
1.Gantilah kalimat perintah dengan kalimat bertanya.
2.Jangan memarahi karyawan di tempat ramai.
3.Dengarkanlah usulan dari bawahan.
4.Penuhilah semua janji.
5.Memberitahukan kesalahan bawahan dengan efektif.


Penyebab Kegagalan Pemimpin.
1.Kurang perhatian kepada hal-hal kecil.
2.Ingin selalu sempurna.
3.Takut disaingi oleh orang lain.
4.Kurang kreatif.
5.Terlalu membanggakan diri.
6.Tidak setia kepada organisasi dan bawahan.
7.Terlalu membanggakan jabatannya.
8.Terjebak dengan klenik.


Coaching (Mendidik Bawahannya)
1.Mulailah dengan penghargaan yang jujur.
2.Bicarakanlah sisi kekurangan kita terlebih dahulu.
3.Doronglah bawahan kita untuk memperbaiki diri dan perlihatkan bahwa kesalahan itu bisa diperbaiki dan diatasi.


How earthquakes happen




Earthquake is one of the most destroying natural disasters. Unluckily it often happens in several regions. Recently a horrible earthquake has shaken West Sumatra. It has brought great damages. Why did it occur? Do you know how an earthquake happens?

Earthquakes are usually caused when rock underground suddenly breaks along a fault. This sudden release of energy causes the seismic waves. It make the ground shake. When two blocks of rock or two plates are rubbing against each other, they stick a little. They don't just slide smoothly. The rocks are still pushing against each other, but not moving. After a while, the rocks break because of all the pressure that's built up. When the rocks break, the earthquake occurs.

During the earthquake and afterward, the plates or blocks of rock start moving, and they continue to move until they get stuck again. The spot underground where the rock breaks is called the focus of the earthquake. The place right above the focus is called the epicenter of the earthquake.


Release of Power

The cause of earthquakes is most often due to a shift in the earth's plates (tectonics). Tectonic earthquake occurred due to movement of earth plates large and small that shape the earth's crust. Earth's crust is hard to be critical (soft) and finally moving.


The theory of "Plate Tectonics" explains, the earth consists of several layers of rock. Most of the area of the crust it will drift and float in layers like the snow. Stir gently so that the layer-break berpecah and collide with each other. Most earthquakes occur at the boundary between tectonic plates forming Earth's crust, such as the Pacific rim.

Activity or area of subduction zone plate collision plays an almost 50 percent of the seismic event that occurred. Subduction zone activity is concentrated in an area called the circle of fire (ring of fire), a narrow band around 38 600 km length. The length of this ribbon stretching from New Zealand-Indonesia-Japan-to South America.


What about the tsunami ?

tsunami


The tsunami itself is a Japanese term. Stating a sea wave caused by tectonic earthquakes on the seabed. Tsunami magnitude that occurred in Indonesia ranges from 1.5 to 4.5 Imamura scale, with a high maximum tsunami wave that reached the coast ranges from 4-24 meters and reach of the waves to the mainland ranged from 50 to 200 meters from the coastline.


Based on the earthquake catalog (1629 - 2002) never happened Tsunami in Indonesia as much as 109 times, which is 1 times the result of landslides (landslide), 9 times due to volcanoes and 98 times the result of tectonic earthquake.
Tsunamis usually occur within 3-60 minutes after the quake. Marked by the reflux of sea water and flying dozens maybe even hundreds of sea birds to the mainland. They also smell of salt.
Not all of tectonic earthquake on the ocean floor cause tsunamis. Many factors cause. As the strength and depth of the epicenter. Therefore, if within the period of one hour after the earthquake, you do not see the signs as above
Simak
Baca secara fonetik