BACA KOMIK DALAM BAHASA INDONESIA TERBARU !

Selasa, 20 Desember 2011

ISBD: MANUSIA DAN PERADABAN


Manusia dan peradaban adalah hal yang saling berkaitan. Jikalau kita membuka kembali buku sejarah umum atau pun sering kita lihat di media komunikasi seperti televisi dan Koran. Akan kita dapati kata-kata yang berkaitan dengan peradaban. Seperti peradaban yang pertama muncul di Mesopotamia, peradaban bangsa romawi kuno yang legendaris, peradaban di Mesir kuno dengan kemegahan arsitektur seperti piramida dan spinx-nya, peradaban di India, peradapan suku Aztec yang saat ini salah satu kalender ramalannya menghebohkan dunia tentang “2012 akhir zaman”, dan peradaban lainya yang pasti sangat familiar.
            Peradaban kalau dilihat katanya memiliki kata dasar adab, yang dalam sehari-hari kita ketahui maknanya sikap, budi luhur, santun atau aturan-aturan. Teradang sulit membedakan mana peradaban dan yang mana kebudayaanya. Namun di dalam buku ilmu social dan budaya dasar karangan Dr. Elly M. Setiadi, M.Si dkk. Dikatakan bahwa Peradaban merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus, indah dan, maju. Misalnya perkembangan IPTEK, kesenian, kepandaian manusia dan sebagainya dimana setiap bangsa di dunia memiliki karakter kebudayaan yang khas. Dari penjabaran diatas dapat kita simpulkan bahwa peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang mencapai tingkat tertentu dari kebudayaan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan teknologi dan seni yang telah maju. Manusia pada hakikatnya dalam kehidupan memiliki tiga fungsi yaitu sebagai makhluk tuhan, individu dan social budaya yang saling berkaitan.
            Peradaban juga identik dengan perubahan social, gejala perubahan sosial ini tidak terlepas dari perubahan zaman yang semakin hari permasalahan di masyarakat semakin kompleks  dan dinamis. pertambahan jumlah manusia juga menyumbang suara perubahan social dimana zaman dituntut bisa memenuhi kebutuhan dan mempermudah pekerjaan berat. Namun, perubahan social berbeda dengan perubahan kebudayaanya. Perubahan kebudayaan mengarah padaperubahan unsur-unsur kebudayaanya, contoh perubahan social: perubahan peranan wanita yang tidak hanya mengurus rumah, tapi menjadi pekerja. Contoh perubahan kebudayaan adalah: memakai alat komunikasi berupa handphone, informasi media internet dan lain-lain. Untuk itu perubahan social dapat diartikan perubahan yang terjadi dalam masyarakat dalam hubungan interaksi yang meliputi berbagai aspek kehidupan. Ada beberapa teori dan bentuk perubahan social:
  1. Teori sebab akibat
1.      Analisis dialektis
2.      Teori tunggal mengenai perubahan sosial

  1. Teori proses atau arah perubahan sosial
1.      Teori evolusi unlinear (garis lurus tunggal)
2.      Teori multi linear
Adapun bentuk-bentuk perubahan sosial menurut Soerjono Soekanto. Yang pertama ada perubahan yang terjadi secara cepat dan lambat. Perubahan secara lambat disebut evolusi, sedangkan perubahan secara cepat disebur revolusi. Kemudian perubahan yang pengaruhnya besar seperti industrialisasi dan perubahan yang pengaruhnya kecil yang meliputi perubahan unsur pada struktusr sosial. Lalu perubahan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki.
Penyebab perubahan menurut Soerjono Soekanto yang menyebutkan adanya factor intern dan ekstern yang menyebabkan perubahan sosial. Sebagai berikut:
  1. Faktor Intern
1.      Bertambah dan berkurangya penduduk
2.      Adanya penemuan-penemuan baru meliputi berbagai proses discovery, invention dan innovation
3.      Konflik dalam masyarakat
4.      Pemberontakan dalam tubuh masyarakat
  1. Faktor Ekstern
1.      Faktor alam sekitar kita
2.      Pengaruh kebudayaan lain melalui globalisasi
Hal yang selama ini dimimpikan masyarakat luat adalah terjadinya keseimbangan, agar masyarakat dapat melaksanakan fungsinya sebagai mana mestinya. Keseimbangan sosial merupakan situasi dimana segenap lembaga sosial berfungsi dan saling menunjang.
Modernisasi juga merupakan buah perubahan sosial, modernisasi adalah perubahan dimana manusia menciptakan kemudahan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.  Kita bandingkan dengan pendapat Cyril Edwin Black yang menurutnya modernisasi adalah rangkaian perubahan cara hidup manusia yang kompleks dan saling berhubungan, merupakan bagian pengalaman yang universal dan dalam banyak kesempatan merupakan harapan bagi kesejahteraan manusia. Namun menurut Koetjaraningrat, modernisasi merupakan penyesuaian hidup dengan konsetelasi dunia sekarang ini, hal itu berarti bahwa untuk mencapai tingkat modern harus berpedoman kepada dunia sekitar yang mengalami kemajuan.
Modernisasi dan Globalisasi memiliki pengaruh besar terhadap Indonesia. Informasi yang begtu cepat dan mudah didapat bagaikan tidak ada batas-batas Negara yang membatasi ruang gerak komunikasi dan informasi. Hal ini perlu di dikendalikan agar tidak terjadinya perubahan yang negating terhadap budi luhur bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia menghadapi kewajiban ganda, disatu pihak melestarikan warisan budaya bangsa dan dilain pihak membangun kebudayaan nasional yang modern.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar