BACA KOMIK DALAM BAHASA INDONESIA TERBARU !

Jumat, 16 Desember 2011

Sejarah Ilmu ekonomi


a.       Teori ekonomi klasik
Awal perkembangan ilmu ekonomi diketahui dimulai pada saat Adam Smith (1723-1790) menerbitkan buku yang berjudul An Inquiri into the Nature and Cause of the Wealth of Nations, yang dikenal sebagai Wealth of Nations (1776).
Didalam buku itu Smith membuahkan pemikiran baru tentang analisis ilmu ekonomi dengan melepaskan dari ikatan teori moral dan teologis. Karena untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi diperlukan dasar-dasar ilmiah.
Adam Smith menyatakan, seperti alam semesta yang berjalan serba teratur, sitem ekonomi pun akan mampu memulihkan dirinya sendiri (self adjustment), karena ada pengatusr berupa tangan tak terlihat (invisible hand). Adam Smith sangat percaya bahwa mekanisme pasar akan menjadi alat alokasi sumber daya yang efisien, jika pemerintah tidak campur tangan dalam perekonomian.
Kepercayaan terhadap mekanisme pasar semakin menguat ketika seorang ekonom prancis, Jean Babtiste Say (1767-1832)melontarkan pendapat yang dikenal sebagai hukum say (say’s law), “…supply creates it’s own demand…” madsudnya adalah barang dan jasa yang diproduksi pasti terserap oleh permintaansampai tercapainya keseimbangan pasar. Oleh seorang ekonom inggris bernama John Maynard Keynes(1883-1946) para ekonom yang percaya terhadap keampuhan mekanisme pasar dikelompokkan dalam ekonom Klasik (classical economists) teori ekonominya disebut Classical Economiscs Theory.
b.      Revolusi Keynes
Depresi besar (Great Depression 1929-1933) membuyarkan keyakinan terhadap hipotesis ekonomi klasik. Oleh sebab itu John Maynard Keynes, melontarkan pendapat untuk memperbaiki keadaan melalui bukunya The General Theory of Employment, Interest, and Money (1936) yang lebih dikenal sebagai The General Theory.
Keynes menyampaikan 2 hal pokok, pertama adalah kritik ilmiah terhadap kebenaran hipotesis klasik. Menurutnya, kelemahan teory klasik adalah lemahnya asumsi tentang pasar yang dianggap terlalu ideealis (utopian) dan terlalu ditekankannya masalah ekonomi pada sisi penawaran. Yang kedua, berupa usulan pemulihan dengfan memasukan peranan pemerintah dalam perekonomian dalam rangka menstimulir sisi permintaan. Masa ini disebut juga neo classic.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar