BACA KOMIK DALAM BAHASA INDONESIA TERBARU !

Selasa, 28 Februari 2012

ISBD : MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL


Individu dan Sosial bisa jadi bertolak belakang. Kalau mendengar kata individu pasti yang terpikir adalah sendirian, egois, main tunggal, satu ekor makhluk dan lain sebagainya, namun dalam bahasa latinnya, individu berasal dari kata individuum yang artinya tidak berbagi. Atau berada dalam satu kesatuan.
Manusia sebagai individu, memiliki beberapa unsur seperti jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Semua unsur itumenyatu dalam kesatuan seseorang sehingga dia disebut manusia. Namun, apabila semua unsur tadi tidak berada dalam kesatuan, conth manusia yang memiliki raga tetapi tidak memiliki jiwa ia disebut mati. Begitu juga sebaliknya, maka ia disebut hantu atau roh. Oleh karena itu, sebutan individu hanya tepat bagi manusia yang memiliki keutuhan unsur-unsur tersebut.
Individu juga hanya terbatas kepada satu orang yang memiliki ciri khas tersendiri. Ciri seorang individu juga btidak hanya mudah dikenali dari bentuk fisiknya saja. Namun dapat dilihat dari kelakuan, sifat, karakter, gaya dan selera individu tersebut.
Da beberapa faktor yang mempengaruhi individu. Faktor itu adalah faktor genotipe dan fenotipe. Faktor genotipe adalah faktor bawaaan gen yang berasal dari oarng tua. Faktor ini juga membuat individu memiliki beberapa kemiripan dengan oarang tanya. Secara fisik mungkin rupa wajahnya sama, badannya sama dan lain-lain. Gaktor gen ini juga membawa sifat karakter orang tuanya. Kemudian ada faktor fenotipe yang merupakan faktor lingkungan. Banyak penelitian menunjukkan bahwasannya faktor ini bisa menjadi pengaruh terbesar terhadap karakteristik individu. Faktor lingkungan ini membentuk kepribadian melalui proses belajar. Manusia ataupun individu akan berusaha menyesuaikan dengan keadaan lingkungannya. Kita beri contoh orang yang lingkungannya berada di keramaina atau banyak suara-suara, akan berbeda dengan orang yang tinggal di tempat sunyi, damai tentram dan tenang. Dari cara bicaranya sudah berbeda, logat bicaranya, emosionalnya.cara berpikir, sudut pandannya dan pola hidup pun berbeda. Karakteristik yang khas dari individu ini disebut juga dengan kepribadian. Kepribadian ini dipengaruhi faktor fenotipe dan genotipe.
Manusia sebagai makhluk sosial. Manusia itu gak bisa hidup sendirian, tidak bisa menuhin kebutuhannya secara individu, bahkan saat lahirpun. Manusia membutuhkan bantuan manusia lain. Zoon politicon, itulah yang dikatakan Aristoteles yang artinya manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan bantuan atau interaksi dengan manusia lain. Oleh karena tidak bisa terlepas dari peran orang lain atas diri manusia lain, manusia disebut dengan makluk sosial.
Saat kita bercermin apa yang kita lihat? Diri kita sendiri kan. Saat ada yang kurang basik maka kita akan memperbaikinya. Nah itulah yang dikatakan cooley dengan sebutan looking glass self. Ia mengatakan, peran atau pengaruh orang lain sangat mempengaruhi keaadaan kita, baik secara penampila, karakter dan pemikiran. Manusia terkadang berusaha untuk tampil seoptimal mungkin afar mendapat penilaian yang baik pula dari seseorang. Seperti halnya di kampus. Seseorang lelaki berusaha tampil se-mantab mungkin agar lawan jenis yang dia sukai teralih ke arahnya, dengan harapan diberi pujian ataupun komentar  yang membuat hatinya semakin optimis. Ada juga seseorang yang selalu dibentak-bentak, di bodoh-bodohi dan di perdengarkan dengan udcapan sampah akan mempengaruhi psikisnya. Kalau lah si pendengar berpikir negatif, maka dia akan tersugesti oleh itu.
Ada beberapa tahapan pengembangan diri manusia menurut Meadyaitu tahap play stage dimana anak kecil mulai mengambil atau meniru peranan orang lain. game stage dimana seorang anak hanya mengetahui peranan yang harus dijalankan, tetapi tidak tahu menahu peranan orang lain dan dengan siapa ia berinteraksi. Generalized other telah mampu berinteraksi dan memahami peranan dirinya dan orang lain.
Sosialisai terbagi dua, yaitu sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalankan individu dimasa kecil. Biasanya melalui anggota keluarganya terlebih dahulu. Sosialisasi sekunder yaitu memperkenalkan individu hasil sosialisasi primer kepada lingkungan baru, dunia baru di masyarakat.
Manusia juga tidak terlepas dari lingkungan hidupnya. Hubungan ini sangat penting. Karena untuk hidup, manusia memerlukan udara, tempat tinggal dan bahan makanan yang berasal dari alam. Sudah tentu kewajiban kita menjaga alam karena lam telah memberikan apa yang kita butuhkan.
Masyarakat adalah sekelompok manusia hidup bersama-sama yang menunjukkan perhatian bersama secara mendasar, memiliki hubungan timbal balik yang berkesinambungan dan berada di suatu wilayah yang luas diwaktu yang lama dan memiliki persamaan cita-cita. Namun ada istilah msyarakat desa dan masyarakat kota, masyarakat desa identik dengan ketenangan, kenyamanan, hubungan antar individu sangat erat dan bertani. Kalau kota identk dengan keramaian, individualisme, kesibukan dan lain-lain. Namun antara desa dan kota juga saling mempengaruhi.
Pengaruh ini meningkatkan interaksi sosial. Interaksi sendiri dapat diakibatkan beberapa faktor, yaitu imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, dan empati. Interaksi juga mengakibatkan adanya kontak baik fisik maupun nonfisik. Syarat interaksi sosial adalah adanya kontak sosial dan adanya komunikasi baik individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Bentuk-bentuk interksi sosial berupa interaksi asosiatif yang terdiri darikerjasama dan akomodasi dan interaksi disosiatif terdiri dari persaingan, kontravensi dan pertentangan. Pengelompokan sosial juga terjadi dimasyarakat. Ini dapat dibagi berdasarkan kekayaan, kekuasaan atau prestasi. Oleh sebab itu mengakibatkan gaya hidup yang berbeda pula di setiap kelompok masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar